Take Home Exam SIM – R55

UJIAN AKHIR TRIWULAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc
Nama : Andani Fauzita Vidyandari
NRP : P056163581.55

1. Kasus 2: The New York Times and Boston Scientific: Two Different Ways of Innovating with Information Technology.

1.1 Menurut saya, penyebaran tim pendukung inovasi di masing-masing unit bisnis memberikan lebih banyak keuntungan terhadap perusahaan karena di organisasi NYT-ide dan penemuan harus dengan cepat diproses dan diperiksa kemungkinan keberhasilannya bila diaplikasikan ke dunia nyata. Informasi yang up-to-date serta keakuratan informasi merupakan faktor yang sangat penting bagi bisnis yang berbasis informasi karena itu, semuanya harus berjalan dengan cepat dengan kesalahan minimal. Guna tim pendukung inovasi adalah untuk mempercepat proses inovasi dengan mengidentifikasi peluang, konseptualisasi dan membangun prototype. Suatu unit bisnis bisa lebih fokus mencari ide dan penemuan baru, proses seleksi diserahkan terhadap tim pendukung inovasi. Kelemahan dari adanya penyebaran tim khusus ini adalah kemungkinan adanya overloaded gagasan dari masing-masing unit bisnis yang harus diproses oleh tim pendukung inovasi dan miss-communication antara unit bisnis dengan tim pendukung inovasi.

1.2 Teknologi Goldfire adalah teknologi yang digunakan oleh Boston Scientific sebagai jawaban dari tantangan untuk menyeimbangkan transparansi dengan keamanan data dan informasi perusahaan yang penting. Keseimbangan ini dimungkinkan dengan berbagai keunggulan Goldfire yaitu: (1) mempunyai workflow otomatis untuk tugas-tugas seperti menganalisa pasar dan mengakses hak milik intelektual perusahaan (2) membuat koneksi antara sumber daya dan memberikan akses terhadap penelitian lainnya sehingga researcher bisa mendapat ide dan mempelajari kemungkinan keberhasilan ide tersebut, dan (3) menjamin keamanan dari kerahasiaan penemuan, seperti mempersempit akses terhadap suatu proyek terhadap orang-orang tertentu saat proyek tersebut semakin dekat dengan tahap aplikasi paten. Tentu saja teknologi yang canggih tidak akan berfungsi dengan baik jika tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang terpelajar. Perubahan budaya yang diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi adalah perubahan yang lebih inovatif, yang memberikan lebih banyak tempat untuk penelitian dan proyek individu, juga pertukaran ide dan pendapat antara peneliti.

1.3 Data popularitas film-film tergantung wilayah di AS dapat memberikan informasi yang akurat tentang selera masing- masing wilayah. Netflik dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan film atau cover apa yang harus ditampilkan di homepage, menentukan genre film apa yang sebaiknya lebih diperbanyak atau direkomendasikan, menentukan stock film apa yang harus diperbanyak untuk memenuhi permintaan pelanggan dan dalam menentukan genre dan film apa yang digemari secara mainstream sehingga dapat dengan tepat membuat content yang eksklusif dan tepat sasaran di pasar. Dengan cara ini, Netflix dapat beroperasi dengan lebih efisien dan meminimalisir ketidakpuasan pelanggan. Data ini tentu bisa digunakan untuk keuntungan kompetitor lainnya seperti misalnya oleh Hulu Plus, provider untuk streaming online berbagai film, sama seperti Neflix. Hulu Plus menciptakan content yang original dan ekslusif untuk pelanggannya yang telah terdaftar, sistem operasi yang sangat mirip dengan exclusive content feature di Neflix sehingga Netflix harus cermat dalam menarik pelanggan baru maupun mempertahankan pelanggan lama.

2. Ringkasan dan Review Buku Marakas dan O’Brien Chapter 9, Dasar-Dasar Electronic Commerce.
E-Commerce mengubah bentuk persaingan, kecepatan tindakan, perampingan interaksi, produk, dan pembayaran dari pelanggan ke pelanggan juga dari perusahaan ke pemasok sehingga mengembangkan teknologi E-Commerce merupakan keharusan kompetitif (daya saing) bagi sebagian besar bisnis di pasar sekarang. Ruang lingkup E-Commerce terdiri dari dua proses yaitu proses penjualan dan proses pembelian.

Gambar 1. Ruang lingkup E-Commerce
Ruang lingkup bisnis yang terlibat adalah dalam pemasaran, penjualan, pembelian, serta pelayanan produk dan jasa dalam perusahaan yang terkait dengan E-Commerce. Sebagai contoh, E-Commerce dapat mencakup pemasaran interaktif, pemesanan, pembayaran dan proses dukungan untuk pelanggan melalui katalog E-Commerce dan situs lelang di WWW (World Wide Web).

Teknologi E-Commerce mencakup sebagian besar teknologi informasi dan teknologi Internet, contohnya smartphone Android maupun Apple. Gambar dibawah mengilustrasikan beberapa hardware, software, data dan komponen jaringan yang digunakan oleh Free Market Inc. Untuk menyediakan layanan lelang E-Commerce online B2B.

Gambar 2. Teknologi E-Commerce diilustrasikan dengan layanan lelang QuickSource
Sumber: dennislouis.blogspot.com

Terdapat beberapa kategori E-Commerce yaitu business to consumer (B2C), business to business (B2B), dan consumer to consumer (C2C). Dalam bentuk B2C, bisnis harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual barang dan jasa bagi konsumen, contohnya banyak perusahaan menawarkan E-Commerce virtual etalase dan katalog multimedia, proses pemesanan yang interaktif, sistem pembayaran elektronik yang aman, dan dukungan pelanggan online. B2B artinya interaksi perdagangan antar perusahaan yang digunakan untuk pengiriman dan permintaan proposal bisnis, misalnya penyediaan internet dan ekstranet. C2C artinya konsumen dapat membeli dan menjual produk dan jasa antar sesama konsumen, contohnya iklan personal elektronik arau situs Web personal.

Amazon.com
Amazon.com.Inc atau disingkat sebagai Amazon adalah bisnis E-Commerce yang didirikan oleh Jeff Bezos di Seattle, Washington, Amerika Serikat pada tahun 1994. Pada tahun 1995, awalnya Amazon menjual online bookstore dan kemudian bercabang ke DVD, audiobook, streaming MP3 dan lain-lain. Amazon memanfaatkan teknologi internet untuk membangun customer database dan berkomunikasi dengan para pelanggannya.
Strategi yang dipakai oleh Amazon adalah memfokuskan usaha pengembangan inovasi untuk menciptakan teknologi baru dan mengoptimalkan teknologi yang sudah ada dengan cara memperoleh teknologi pengembangan aplikasi secara komersial (melakukan pembelian). Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan yang membeli dan menarik pelanggan yang telah bertransaksi sehingga terjadi repeat buying, dan juga memperkuat brand Amazon sebagai situs E-Commerce yang terkemuka. Teknologi internet dipakai oleh Amazon untuk terus berkomunikasi dengan para pelanggannya sehingga terbangun interaksi yang kuat antara penjual, pembeli dan Amazon. Teknologi ini juga dipakai untuk membangun customer database.

Bukalapak.com
Bukalapak.com merupakan contoh penerapan e-commerce marketplace di Indonesia yang memiliki stakeholders antara lain : Karyawan bukalapak.com, Lateral Partners (Bank penyedia jasa pembayaran dan Maskapai pengiriman barang ke konsumen), dan Pelapak dan Pembeli (user dari bukalapak.com). Teknologi komunikasi yang digunakan bukalapak.com yaitu web, SMS, e-mail, telepon dan media sosial.

Bukalapak.com adalah situs E-Commerce asal Indonesia yang begitu luas sehingga bisa dibilang sebagai online marketplace. Untuk kemudahan penjelasa, Bukalapak.com akan disingkat menjadi bukalapak. Bukalapak mempunyai banyak stakeholders, yang terdiri dari: karyawan bukalapak, lateral partners (penyedia jasa pembayaran dan transportasi barang dari penjual ke pembeli), dan pelapak dan pembeli sebagai pengguna situs bukalapak. Teknologi yang digunakan oleh bukalapak adalah Web, SMS, E-mail, telepon dan beragam media sosial.

Terdapat berbagai kegiatan yang berlangsung di bukalapak. Di front page, langsung terpampang baris promosi-promosi untuk mendorong pelanggan untuk bertransaksi. Bukalapak juga menyediakan filter atau kategori jenis produk untuk mempermudah pencarian barang yang diinginkan. Pembayaran di Bukalapak dimudahkan dengan kerjasama dengan berbagai bank, contohnya transfer uang melalui Bank BRI. Pelapak dan Pembeli harus membuat akun terlebih dahulu untuk memasarkan produk ataupun membeli produk. Pendaftaran akun di Bukalapak mengharuskan pengguna untuk memasukkan nomor telepon dan e-mail namun data tersebut tidak dicantumkan di publik sehingga terjaga kerahasiaan pelanngan. SMS di Bukalapak dipakai untuk memberikan notifikasi kepada pelapak setiap ada pesanan sedangkan e-mail digunakan untuk membuat akun pertama saat mendaftar, pengaduan, memberi masukan serta saran dan brosur distribusi. Bukalapak menggunakan telepon seluruhnya untuk customer service sehingga lebih cepat ditanggapi. Sementara itu, media sosial digunakan oleh Bukalapak untuk promosi dan konsultasi. Media sosial yang digunakan oleh Bukalapak adalah Facebook, Twitter, Instagram dan aplikasi Bukalapak di Android.

Untuk memproses kegiatan yang sangat banyak dalam waktu bersamaan, Bukalapak menggunakan berbagai jaringan yaitu jaringan intranet, extranet, dan internet. Jaringan intranet Bukalapak berada di kantor pusatnya yang terletak di Plaza City View, Lt. 1-2, Jalan Kemang Timur No. 22, Pasar Minggu, Pejaten Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penggunaan intranet dimaksudkan untuk menjamin website terus berfungi juga untuk mobile application maintenance. Sedangkan jaringan extranet digunakan bagi para pengunjung untuk log-in ke akun atau menjadi user baru di Bukalapak. Pengguna Bukalapak dapat memmperoleh akses ke sebagian database Bukalapak . Terakhir adalah jaringan internet yang bisa diakses oleh siapa pun, baik pelapak, pembeli, kompetitor atau pun orang luar yang ingin mengetahui informasi mengenai Bukalapak

3. Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan
menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan
dapat dilakukan !. Jelaskan pula hal hal yang mempengaruhi kesuksesan
dalam pengembangan system tersebut!

Pendekatan Insourcing adalah pengembangan dan pendekan sistem informasi yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan yaitu pegawai perusahaan yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Keputusan ditetapkan oleh pihak internal karena sejatinya mereka adalah orang ‘dalam’ yang paling mengerti kebutuhan perusahaan. Insourcing biasanya dilakukan oleh perusahaan atau organisasi yang mempunyai sumber daya manusia yang cukup namun tidak memiliki biaya yang banyak. Pengembangan sistem informasi bisa sangat mahal jika dibeli dari pihak lain karena itu Insourcing memberikan jalan keluar melalui pihak internal.
Singkatnya, Pengembangan Sistem dengan pendekatan Insourcing bisa sukses jika:
1) Perusahaan memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk pengembangan sistem informasi
2) Sistem dapat menyelesaikan masalah perusahaan
3) Tingkat sustainability dan maintainability dari sistem tersebut
4) Perusahaan mengadakan audit secara berkala kepada divisi IT yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem informasi
Pendekatan Outsourcing adalah pengembangan dan penerapan sistem informasi yang diserahkan kapada pihak lain yang lebih kompeten dibidang tersebut (bukan dilakukan oleh pihak internal perusahaan). Aktivitas perusahaan atau fungsi perusahaan tertentu akan diserahkan oleh pihak ketiga guna mencapai kinerja perusahaan yang lebih efisien. Pendekatan ini biasanya diterapkan oleh perusahaan yang tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi, namun memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem dari pihak lain di luar perusahaan.
Singkatnya, pengembangan sistem dengan pendekatan Outsourcing dapat sukses apabila:
1) Perusahaan memilih pihak luar yang tepat
2) Perusahaan mampu menyampaikan kebutuhan sistem yang diperlukan dengan jelas
3) Pengembangan sistem terdokumentasi dengan lengkap dan jelas
4) Terdapat jangka waktu pengerjaan yang logis
5) Terdapat kontrak yang jelas antar perusahan dengan pihak luar yang bekerja sama dengan perusahaan

4. Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas
tidaknya suatu software. Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam
konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi?
Maintainability pada sistem informasi adalah kemampuan software menghadapi perubahan dan merupakan sebuah karakteristik yang harus dimiliki oleh software yang berkualitas. Software tersebut akan diimplementasikan untuk membantu bisnis perusahaan, karena itu perlu dievaluasi keberhasilan software tersebut dalam meningkatkan keunggulan kompettitif perusahaan. Revisi harus segera dilakukan bila ditemukan kesalahan, dan saat inilah maintainability dari software diperlukan. Software yang telah dirancang dengan baik akan dengan mudah direvisi. Pemeliharaan sistem (system maintanance) dilaksanakan untuk tiga alasan, yaitu:
1) Memperbaiki kesalahan: penggunaan sistem mengungkapkan kesalahan (bugs) dalam progam atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem. Kesalahan ini dapat diperbaiki
2) Menjaga kemutakhiran sistem: perubahan yang diakibatkan waktu mengharuskan modikasi rancangan ataupun software
3) Meningkatkan sistem: saat menajer menggunakan sistem, mereka melihat cara membuat peningkatan. Saran-saran ini diteruskan kepada spesialisasi informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran manajer.
5. Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari system informasi yang lama ke system informasi yang baru dapat dilakukan ?

Konversi sistem merupakan tahapan yang digunakan untuk mengoperasikan sistem baru dalam rangka mengganti sistem yang lama. Konversi sistem dapat pula diartikan sebagai sebuah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Terdapat beberapa metode untuk mengkonversi sistem yaitu konversi langsung, konversi paralel, konversi bertahan, dan konversi pilot.

Konversi langsung (Direct Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantinya dengan sistem baru. Cara ini merupakan metode konversi paling beresiko, namun murah. Konversi langsung merupakan pengimplementasian sistem baru dan pemutusan sistem lama. Apabila sudah dilakukan, tidak ada cara untuk kembali ke sistem lama.

Metode ini bermanfaat apabila:

1) sistem tersebut tidak mengganti sistem lain,
2) sistem yang lama sudah tidak bernilai,
3) sistem yang baru bersifat kecil, sederhana, ataupun keduanya,
4) rancangan sistem yang baru berbeda dengan sistem lama, dan perbandingan antara kedua sistem tersebut tidak berarti.

Konversi paralel (Parallel Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan menjalankan sistem lama dan sistem baru secara bersamaan. Setelah melalui masa tertentu, jika sistem baru sudah dapat diterima, maka sistem lama akan segera dihentikan. Penggunaan dua sistem sekaligus membuat bentuk konversi ini lebih aman namun lebih mahal.

Konversi bertahap (Phase-In Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan mengganti suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru, sehingga apabila terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti dengan yang lama. Jika tidak ada masalah, bagian yang baru akan dipasang kembali untuk menggantikan bagian yang lama tersebut. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan dengan sistem yang baru. Sistem baru akan diimplementasikan beberapa kali, yang secara sedikit demi sedikit mengganti sistem lama, maka dari itu sistem harus tersegmentasi. Kelebihan metodi konversi ini yaitu kecepatan perubahan dalam organisasi tertentu dapat diminimalisasi, dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh sedikit demi sedikit selama periode waktu yang luas. Kelemahan metode konversi ini yaitu perlunya dana untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem yang lama, daya terpan yang terbatas, dan terjadi kemunduran semangat organisasi karena orang-orang tidak pernah merasa menyelesaikan sistem.

Konversi pilot (Pilot Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlukan sebagai pelopor. Jika konversi ini berhasil maka akan diperluas ke tempat lain. Metode ini merupakan metode yang memiliki resiko dan biaya rendah, karena hanya sebagian dari organisasi yang mencoba mengembangkan sistem baru. Perbedaan dengan konversi bertahap yaitu pada konversi bertahap sistemnya yang mengalami segmentasi, sementara pada konversi pilot organisasinya yang tersegmentasi. Metode ini cocok apabila sistem baru melibatkan prsedur baru dan telah terjadi perubahan drastis pada perangkat lunaknya. Beberapa fungsi dari konversi pilot yaitu sebagai tempat pengujian, dan melatih pemakai seluruh organisasi dalam menghadapi lingkungan secara langsung sebelum sistem tersebut diterapkan dalam organisasi itu sendiri.